Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Kisah Uang 1.000 & 100.000

Uang kertas Rp1,000 dan Rp 100,000 dibuat dari kertas yg sama dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI).
Ketika dicetak, mereka bersama, tetapi berpisah di bank dan beredar di masyarakat.
Bagaimanapun, 4 bulan kemudian mereka bertemu secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.
Maka mereka pun ngobrol:
Uang Rp 100,000 bertanya kepada Rp 1,000 ;
"Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan berbau amis?"

Rp 1,000 menjawab;
"Karena begitu aku keluar dari bank, terus ke tangan orang bawah dari kalangan buruh, penjaja, penjual ikan dan di tangan pengemis."
Lalu Rp 1,000 bertanya balik kepada Rp 100,000;
"Kenapa kau begitu baru, rapi dan masih bersih?"
Rp 100,000 menjawab;

Selasa, 01 Oktober 2013

PEMENANG KEHIDUPAN

Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, "Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kpd penjual yang menyebalkan itu?"

Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain".

"Tapi dia melayani kita dgn buruk sekali", bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.

"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dgn buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri".

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yg buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba2 jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dgn buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kpd penjual itu.
"Pemenang kehidupan" adalah orang yg tetap sejuk di tempat yg panas, yg tetap manis di tempat yg sangat pahit, yg tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yg paling hebat ...

Rabu, 31 Juli 2013

Observasi Da’i Dalam Berdakwah Dengan Ust. Muhtar Luthfi, S.H.I





Islam adalah agama dakwah. Yaitu agama yang menugaskan ummatnya untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam kepada seluruh ummat manusia. Usaha untuk menyebarluaskan Islam, begitu pula untuk merealisir ajarannya di tengah-tengah kehidupan umat manusia adalah merupakan usaha dakwah yang dalam keadaan bagaimanapun dan dimanapun harus dilaksanakan oleh umat Islam.

Berdakwah merupakan kewajiban setiap muslim. setiap orang yang telah mengikrarkan 2 kalimat syahadat memikul tugas untuk menyampaikan kebenaran yang telah diyakininya kepada orang lain. Karena hakekat dakwah adalah menunjukan jalan menuju kebenaran. Para rasul pun di utus ke bumi untuk menunjukkan umatnya jalan menuju kebenaran. dan kewajiban ini terus menerus dibebankan kepada umatnya setelah wafatnya.

Kunci keberhasilan juru dakwah sebenarnya terletak pada juru dakwah atau da’i sebagai subjek dakwah itu sendiri. Dalam hal ini Rasulullah mencontohkan keberhasilan dakwahnya dalam mengembangkan ajaran Islam yang sebenarnya menjadi teladan para da’i. Oleh karena itu dibutuhkan para Da’i yang berkualitas dan memiliki metode yang baik dalam berdakwah. Berikut petikan wawancara dengan Ustdaz Muhtar Lutfi, S.H.I :

1.      Sejak kapan Ustadz mulai berdakwah?

Jawab: Semenjak duduk di bangku SMP  saya sudah mulai berdakwah dengan berbekal sedikit pengetahuan yang saya dapatkan dari para Ustadz dan Kyai kepada teman-teman di majlis-majlis.

Minggu, 03 Maret 2013

Pahala Membantu


Pada suatu masa ketika Abdullah bin Mubarak berhaji, tertidur di Masjidil Haram. Dia telah bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit lalu yang satu berkata kepada yang lain, "Berapa banyak orang-orang yang berhaji pada tahun ini?" 

Jawab yang lain, "Enam ratus ribu."

Lalu ia bertanya lagi, "Berapa banyak yang diterima ?"

Jawabnya, "Tidak seorang pun yang diterima, kecuali seorang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwaffaq, dia tidak dapat berhaji, tetapi diterima hajinya, sehingga semua yang haji pada tahun itu diterima dengan berkat hajinya Muwaffaq."

Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, maka terbangunlah ia dari tidurnya, dan langsung berangkat ke Damsyik mencari orang yang bernama Muwaffaq itu, sehingga ia sampailah ke rumahnya. Dan ketika diketuknya pintunya, keluarlah seorang lelaki dan segera ia bertanya namanya.

Jawab orang itu, "Muwaffaq."

Kamis, 28 Februari 2013

Keuangan Islam; Prinsip-Prinsip Dasar dan Struktur-strukturnya


A. Pendahuluan

Islam muncul sebagai sumber kekuatan yang baru pada Abad ke-7 Masehi, menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi. Kemunculan itu ditandai dengan perkembangannya peradaban baru yang sangat mengagumkan. Kebudayaan, ilmu pengatahuan, dan teknologi ekonomi berkembang secara menakjubkan.

Fakta sejarah itu sesungguhnya menunjukkan bahwa Islam merupakan sistem kehidupan yang bersifat komprehensif, yang mengatur semua aspek, baik dalam sosial, ekonomi, dan politik maupun kehidupan yang bersifat spiritual. Sebagaimana firman-Nya: “.....dan kami turunkan kepadamu Al- Kitab ( Al-Qur’an untuk menjelaskan segala sesuatu.....”( QS. An-Nahl: 89)

Ditengah banyaknya pembicaraan tentang Ekonomi Islam, satu hal yang perlu diperhatikan bahwa pada dasarnya tidak satu negara pun memiliki perekonomian yang betul-betul ditata secara Islami, sekalipun berbagai usaha ke arah itu sudah banyak dimulai di negara-negara Islam seperti di Iran, Pakistan ataupun Arab Saudi. Harus diakui bahwa Ilmu pengetahuan yang Islami mengalami masa-masa suram (dark ages) dan dari pada itu ilmu yang dikembangkan di Barat justru mengalami perkembangan pesat.

Rabu, 27 Februari 2013

STUDI MANAJEMEM ISLAM

Pengertian Manajemen dalam Islam

Manajemen dalam bahasa Arab disebut dengan idarah. Idarah diambil dari perkataan adartasy-syai’a atau perkataan adarta bihi juga dapat didasarkan pada kata ad-dauran. Pengamat bahasa menilai pengambilan kata yang kedua-yaitu: ‘adarta bihi - lebih tepat, dalam Modern Dictionary English Arabic kata Management sepadan dengan kata tadbir, idarah, siyasah dan qiyadah dalam bahasa Arab. Dalam Al-Qur’an dari terma-terma tersebut, hanya ditemui terma tadbir dalam berbagai derevasinya. Tadbir adalah dalam bentuk masdar dari kata kerja dabbara, yudabbiru, tadbiran. Tadbir berarti penertiban, pengaturan, pengurusan, perencanaan dan persiapan.

Secara istilah, sebagian pengamat mengartikan sebagai alat untuk merealisasikan tujuan umum.Oleh karena itu mereka mengatakan idarah(manajemen) itu adalah suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan, pengarahan, pengembangan personal,perencanaan, dan pengawasan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang berkenaan dengan unsure-unsur pokok dalam suatu proyek. Tujuannya adalah agar hasil-hasil yang ditargetkan dapat tercapai dengan cara yang efiktif dan efisien.

Adapun bentuk-bentuk ungkapan konsep manajemen di dalam Al-Qur’an

Senin, 18 Februari 2013

6 ALASAN MELAKUKAN SHALAT SUNNAH



Keutamaan Sholat Sunnah

Shalat sunnah termasuk amalan yang mesti kita jaga dan rutinkan. Di antara keutamaannya, shalat sunnah akan menutupi kekurangan pada shalat wajib. Kita tahu dengan pasti bahwa tidak ada yang yakin shalat lima waktunya dikerjakan sempurna. Kadang kita tidak konsentrasi, tidak khusyu’ (menghadirkan hati), juga kadang tidak tawadhu’ (tenang) dalam shalat. Moga dengan memahami pembahasan berikut ini semakin menyemangati kita untuk terus menjaga shalat sunnah.

Pertama: Akan Menutupi Kekurangan pada Shalat Wajib
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang  ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud no. 864, Ibnu Majah no. 1426 dan Ahmad 2: 425. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Selasa, 05 Februari 2013

AYAT KURSI SEBELUM TIDUR



Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu berhasil ditangkapnya.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah SAW," gertak Abu Hurairah.

Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek: "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin?Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokanharinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu, lalu dilepaskannya.
"Bohong dia," kata Nabi : "Padahal nanti malam ia akan datang lagi."

Selasa, 15 Januari 2013

TERIMALAH AKU APA ADANYA



Wahai Calon Jodoh ku ...

Bila kamu jatuh cinta
Dan Allah menautkan hatimu untuk ku
Ku sambut hatimu dengan terbuka
inilah aku!
Seorang yang biasa
Tidak begitu istimewa
Maka….
Jika kamu ridha padaku
Terimalah aku apa adanya

Wahai Calon Jodohku ...
Bila suatu saat
Engkau menemukan aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Semoga…..
Tidak membuatmu berubah padaku
Mengurangi perhatianmu
Mengurangi cinta dan sayangmu
Bila kamu ridha padaku
Maka….
Terimalah aku apa adanya

Wahai Calon Jodohku ...

Kamis, 10 Januari 2013

Agama dan Ritual Seblang




Pendahuluan

Agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.Fenomena agama adalah fenomena universal manusia. Selama ini belum ada laporan penelitian dan kajian yang menyatakan bahwa ada sebuah masyarakat yang tidak mempunyai konsep tentang agama. Walaupun peristiwa perubahan sosial telah mengubah orientasi dan makna agama, hal itu tidak berhasil meniadakan eksistensi agama dalam masyarakat. Sehingga kajian tentang agama selalu akan terus berkembang dan menjadi kajian yang penting. Karena sifat universalitas agama dalam masyarakat, maka kajian tentang masyarakat tidak akan lengkap tanpa melihat agama sebagai salah satu faktornya.

Pernyataan bahwa agama adalah suatu fenomena abadi, di sisi lain juga memberikan gambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. Seringkali praktik-praktik keagamaan pada suatu masyarakat dikembangkan dari doktrin ajaran agama dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan budaya. Pertemuan antara doktrin agama dan realitas budaya terlihat sangat jelas dalam praktik ritual agama. Kajian komparatif Islam di Indonesia dan Maroko yang dilakukan oleh Clifford Geertz misalnya membuktikan adanya pengaruh budaya dalam memahami Islam.

Sabtu, 01 Desember 2012

AGAMA DAN ORGANISASI KEAGAMAAN

Agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Agama menurut pendekatan antropologis adalah hubungan mekanisme pengorganisasian (social organization).

Organisasi keagamaan adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam lingkup suatu agama tertentu. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Konsep organisasi keagamaan yang dipakai adalah adalah suatu pendekatan, kegiatan, atau sistem kehidupan yang irrasional. Organisasi keagamaan yang khusus mengurus upacara dan hubungan dengan tuhan yang dinamakan tarekat (jalan menuju kebenaran). Kelompok masyarakat yang religius atau agama secara teologis yang telah menjadi antropologis itu, mengembangkan segenap sistem budayanya dari ajaran ajaran tuhan atau wahyunya yang diungkap dalam kitab suci.

Minggu, 23 September 2012

Bagaimanakah seharusnya bertindak terhadap kencangnya arus JIL (Jaringan Islam Liberal)?


Seringkali kita mendengar dan melihat banyak orang menyurakan segala macam keburukan mengenai JIL, bahkan tidak jarang banyak aksi yang dilakukan terkait dengan penolakan JIL disana-sini. Namun pada hakikatnya, jika kita telusuri lebih dalam lagi mengenai segala tindakan yang telah dilakukan selama ini tidak jarang banyak yang berbading terbalik. Banyak orang menyuarakan dan melakukan segala macam aksi penolakan terhadap JIL, tetapi mereka justru buta  atau berhenti sampai disitu saja dan tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, yaitu belajar dan memahami lebih banyak lagi mengenai Islam itu sendiri, terutama dalam masalah fundamental (aqidah).

Keawjiban seorang muslim sebelum beramal adalah berilmu. Bahkan agar aqidahnya lurus dan terjaga kualitasnya, ia harus senantiasa memupuknya dengan ilmu. Bila ilmu yang memupuk keimanannya ini benar, maka ia akan tumbuh sebagai seorang muslim yang penuh dengan sifat-sifat terpuji. Sebaliknya bila ilmu yang memupuk aqidahnya ini adalah rusak dan bersifat racun, maka

Selasa, 04 September 2012

“AQIDAH” AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH



Pengantar

Ahlussunnah adalah mereka yang mengikuti dengan konsisten semua jejak-langkah yang berasal dari Nabi Muhammad SAW dan membelanya. Mereka mempunyai pendapat tentang masalah agama baik yang fundamental (ushul) maupun divisional (furu’). Sebagai bandingan Syi’ah. Diantara mereka ada yang disebut salaf, yakni generasi awal mulai dari para sahabat, tabiin dan tabi’ut tabi’in, dan ada juga yang disebut Kholaf, yaitu generasi yang datang kemudian. Diantara mereka ada yang toleransinya luas terhadap peran akal, dan ada pula yang membatasi peran akal secara ketat. Diantara mereka juga ada yang bersifat konservatif (muhafidzun). Golongan ini merupakan mayoritas umat Islam.

Dari definisi ini jelas, bahwa Ahlussunnah wal-Jama’ah itu tidak terdiri dari satu kelompok aliran, tetapi ada beberapa sub-aliran dan ada beberapa faksi di dalamnnya. Karenanya Dr. Jalal M. Musa mengatakan, bahwa istilah Ahlussunnah Wal-Jama’ah ini menjadi rebutan banyak kelompok, masing-masing membuat klaim bahwa dialah Ahlussunnah wal-Jama’ah. Dan dimasukkannya kata “al-Jama’ah” dalam istilah ini oleh Abdul Mudhoffar al-Isfarayini diberikan alasan karena mereka menggunakan “Ijma” dan “Qiyas” sebagai dalil-dalil syar’iyyah yang fundamental, disamping Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul.

Sabtu, 01 September 2012

Liberalisasi Pemikiran Islam ( Gerakan bersama Missionaris, Orientalis dan Kolonialis )


Tantangan mendasar yang dihadapi ummat islam dewasa ini bukan berupa ekonomi, politik, sosial dan budaya, tapi tantangan pemikiran. Sebab persoalan yang timbul dalam bidang-bidang tersebut serta bidang-bidang terkait lainnya, jika dilacak, ternyata bersumber pada persoalan pemikiran. Tantangan pemikiran itu bersifat internal dan eksternal sekaligus. Tantangan internal telah lama kita sadari yaitu kejumudan, fanatisme, taqlid, bid’ah khurafat. Sebagiannya yang akibatnya adalah lambatnya proses ijtihad ummat islam dalam merespon berbagai tantangan kontemporer, lambatnya perkembangan ilmu pengetahuan islam dan pesatnya perkembangan aktifisme. Sedangkan tantangan eksternalnya adalah masuknya paham konsep, sistem dan cara pandang asing seperti liberalisme, sekularisme, pluralisme agama, relativisme, feminisme, dan gender dan lain sebagainya kedalam wacana pemikiran keagamaan Islam.

Rabu, 29 Agustus 2012

Ulumul-Quran dan Perkembangannya




A. Pengertian Ulumul-Quran

Secara bahasa, frase Ulumul-Quran berasal dari bahasa Arab علوم القرآن yang terdiri dari dua kata, yaitu ‘Ulum, jamak dari kata ‘Ilm, dan kata Al-Qur’an yang sudah dijelaskan maknanya pada bab terdahulu. Dengan demikian Ulumul-Quran berarti Ilmu-ilmu Alquran. Frase ini (Ulumul-Quran) dapat mengandung dua kemungkinan makna: (1) Ilmu-ilmu yang bersumber dari Alquran, dan (2) Ilmu-ilmu yang membicarakan tentang Alquran. Dari kedua pengertian ini, pengertian yang kedua merupakan pengertian yang digunakan dalam kajian ini. Sedangkan pengertian yang pertama (ilmu-ilmu yang bersumber dari Alquran) lebih dikenal dengan sebutan isi kandungan Alquran. Seperti Ilmu Tauhid/Aqidah, Ilmu Fiqh, Ilmu Akhlak/Mu’amalah, Ilmu Sosial Kemasyarakatan, dan lain-lainnya.

Sedangkan pengertian Ulumul-Quran menurut istilah, para ulama telah merumuskan beberapa definisi. Di antaranya dapat disebutkan sebagai berikut:

1. Menurut Az-Zarqani, Ulumul Quran adalah:

مَبَاحِثُ تَتعَلَّقُ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ مِنْ نَاحِيَةِ نُزُوْلِهِ, وَترْتِيْبِهِ, وَجَمْعِهِ, وَكِتَابَتِــهِ, وَ قِرَاءَتـِهِ, وَتَفْسِيْـــرِهِ, وَإِعْجَازِهِ, وَنَاسِخِهِ وَمَنْسُوْخِهِ, وَ دَفْعِ الشُّبَـــهِ عَنْهُ, وَنَحْوِ ذَلِكَ.[i]

Artinya: Kajian-kajian yang berkaitan dengan Al-Qur'an al-Karim, baik dari segi turunnya, susunannya, pengumpulannya, penulisannya, bacaannya, penafsirannya, kemukjizatannya, Nasikh dan Mansukhnya, Penolakan terhadap penyebab meragukan alquran, dan lain-lain sebagainya.

Minggu, 26 Agustus 2012

Ketika Televisi Bertasbih (Kritik terhadap program lawakan di televisi)


Di desa – desa, di kota, di Surau- Surau, di Masjid – Masjid, pasar tradisional, Mal, Sekolah –Sekolah, Intansi pemerintahan, Pria - Wanita, Tua - Muda, menyambut dan memeriahkan kedatangan bulan Ramadhan bak raja yang datang ditengah tengah rakyat.

Terbungkusnya rambut indah kasir swalayan dengan kerudung,naik daunnya cendol dan cincau,pesantren kilat,kuliah Shubuh,buka bersama,spanduk berisi ucapan selamat beribadah Puasa yang menghiasi rayanya jalan,jamaah Masjid yang membludak merupakan beberapa trend Ramadhan di bumi pertiwi.

Tak hanya itu, seakan tak mau ketinggalan Televisi yang kerap dituduh sebagai biang jeleknya moral anak – anak, kursus gratis bagi penjahat,penjaja pornography dan sebagainya ini pun tiba- tiba terlihat berkalung surban, bertasbih pula.

Sayangnya surban yang dikalungkan dan tasbihnya televisi lebih terlihat sebagai kamuflase, melihat di dalam Ramadhan ada acara yang digadang sebagai acara khusus Ramadhan tetapi malah merusak ibadah Puasa itu sendiri.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Al-Qur'an; Sumber Hukum Islam

Pendahuluan

Kata sumber dalam artian ini hanya dapat digunakan untuk Al-Qur’an maupun sunnah, karena memang keduanya merupakan wadah yang dapat ditimba hukum syara’, tetapi tidak mungkin kata ini digunakan untuk ijma’ dan qiyas karena memang keduanya merupakan wadah yang dapat ditimba norma hukum. Ijma’ dan qiyas juga termasuk cara dalam menemukan hukum. Sedangkan dalil adalah bukti yang melengkapi atau memberi petunjuk dalam Al-Qur’an untuk menemukan hukum Allah, yaitu larangan atau perintah Allah.

Apabila terdapat suatu kejadian, maka pertama kali yang harus dicari sumber hukum dalam Al-Qur’an seperti macam-macam hukum di bawah ini yang terkandung dalam Al-Qur’an, yaitu:

1. Hukum-hukum akidah (keimanan) yang bersangkut paut dengan hal-hal yang harus dipercaya oleh setiap mukallaf mengenai malaikatNya, kitabNya, para rasulNya, dan hari kemudian (Doktrin Aqoid).

2. Hukum-hukum Allah yang bersangkut paut dengan hal-hal yang harus dijadikan perhiasan oleh setiap mukallaf berupa hal-hal keutamaan dan menghindarkan diri dari hal kehinaan (Doktrin Akhlak).

3. Hukum-hukum amaliah yang bersangkut paut dengan tindakan setiap mukallaf, meliputi masalahucapan perbuatan akad (Contract) dan pembelanjaan pengelolaan harta benda, ibadah, muamalah dan lain-lain.

Untuk mengetahuinya lebih jauh tetang Al-Qur’an sebagai sumber huku islam yang paling utama mari kita membahasnya dalam makalah ini.

SEMBILAN PRAKTEK DAN KEBIASAAN MANAJEMEN ISLAM DALAM SEJARAH ISLAM


PENDAHULUAN

Kepemimpinan dan manajemen adalah suatu kegiatan manusia untuk mencapai tujuannya dengan cara efektif dan efisien. Bagaimanapun juga, seorang pemimpin harus dapat menyampaikan dan merealisasikan visi dan misinya kepada seluruh anggotanya. Melalui sejarah yang ada kita dapat mengetahui mana system yang tepat untuk di lakukan dalam kepemimpinan dan manajemen apa yang harus kita praktekan.

Prinsip kepemimpinan dalam islam didasari oleh empat landasan. Yang pertama adalah Al-qur’an, yang mana akan membimbing kita kepada kepatuhan kita terhadap agama, social, keilmuan, dan akan membimbing kita ketika memutuskan suatu perkara, itu semua adalah sebuah standar kualitas pemimpin muslim. Yang kedua adalah apa yang telah di contohkan oleh rasulullah saw yaitu seorang pemimpin besar sepanjang zaman dan menjadi panutan seluruh pemimpin dunia muslim khususnya. Yang ketiga adalah kebijaksanaan khulafaurrasyidin. Yang keempat adalah para pengikut-pengikut rasulullah atau tabi’ taa bi’iin.

Kamis, 23 Agustus 2012

KRITERIA IKHWAN SEJATI


Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”
Sang Ibu tersenyum dan menjawab… Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.   Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.  

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Sabtu, 24 Desember 2011

Kelahiran Dan Perkembangan Islam di Masa Nabi Muhammad SAW



A. Keadaan Bangsa Arab Pra Islam

Ketika nabi Muhammad SAW lahir (570 M), Makkah adalah sebuah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri Arab lainnya, baik karena tradisinya maupun karena letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang ramai, menghubungkan Yaman di selatan dan menghubungkan Syiria di utara. Dengan adanya ka’bah di tengah kota, Makkah menjadi pusat keagamaan Arab. Ka’bah adalah tempat mereka berziarah. Di dalamnya terdapat 360 berhala, mengelilingi berhala utama, hubal. Makkah kelihatan makmur dan kuat. Agama dan masyarakat Arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirah Arab dengan luas satu juta mil persegi.

Silsilah keturunan Arab terbagi kedalam 3 bagian, yaitu:

1) Arab Ba’idah, yaitu kaum-kaum Arab terdahulu yang sejarahnya tidak bias dilacak secara rinci dan komplit, seperti ’Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Amlaq, dan lain-lainya.

2) Arab Aribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Ya’rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut pula Arab Qahthaniyah.

3) Arab Musta’ribah, yaitu kaum-kaum arab yang berasal dari keturunan Isma’il,yang disebut pula Arab Adnaniyah. Dari Arab Musta’ribah inilah cikal bakal dariketurunan Nabi Ibrahim a.s, Ismail a.s dan akhirnya kepada Nabi Muhammad Saw.